.

Belajar Menjadi Seorang Yang Profesional

Dikutip https://betwin188.online/ hari ini saya menghadiri Grand Final Kelas Inkubasi Trainer Cerdas Mulia Intitute. Selama 2 hari (saat ini dan besok), para trainer muda CerdasMulia yang sudah mengikuti pembekalan materi selama 1 bulan lamanya dan mengerjakan banyak tugas – tugas untuk menunjukkan kedisiplinan. Pada grand final ini peserta diuji untuk membawakan sebuah materi dengan cara serta gaya yang menarik.

Sebagai seorang master trainer di CerdasMulia Institute, salah satu guru saya yang memberikan banyak sekali pelajaran justru adalah para trainer muda ini. Dari 16 trainer muda yang ada, akan diseleksi menjadi 10 trainer saja yang akan mengikuti program berikutnya untuk diberikan pembekalan menjadi senior trainer. Mereka hanya memiliki waktu selama 15 menit untuk bisa memberikan pesan terbaik mereka.

16 Trainer muda ini sangat banyak memberikan inspirasi. Mungkin selama beberapa hari ke depan, saya akan menuliskan tentang pengalaman saya belajar dari para trainer muda ini. Kali ini, saya akan menceritakan pelajaran yang saya dapat tentang ‘bagaimana agar kita bisa menjadi lebih profesional, dalam pekerjaan apapun di hidup kita’. Pelajaran ini saya dapatkan dari Diah Ayuningtias.

Pernahkah kita merasa bosan, lemas, atau tidak bersemangat dalam mengerjakan pekerjaan kita?

Mungkin, apa yang kita lakukan adalah mencoba untuk mencari semangat instan, di mana salah satunya melalui pelatihan – pelatihan motivasi. Sering juga kita mencoba mencari materi atau membaca buku – buku yang menyemangati hidup kita.

Untuk beberapa hari, mungkin kita bisa sangat bersemangat dalam hidup karena kita mengacu pada sesuatu yang kita inginkan dan kita anggap hal itu dapat kita wujudkan. Namun, beberapa hari berikutnya, down dan perasaan bosan itu kembali menghinggapi hidup kita hal itu diakibatkan karena tujuan kita terhadap acuan tersebut mungkin tidak akan terwujud.

Lah, terus harus bagaimana dong?

Pertama kita harus dapat profesional dalam menghadapi segala hal, kita harus dapat disiplin waktu agar manajemen waktu berjalan dengan lancar tanpa hambatan, selain itu kita harus memperluas wawasan karena itu sangat penting untuk kelacancaraan dalam kehidupan dan karir yang kita emban masing – masing.

Dan yang terakhir yaitu kita harus memliki sikap ihsan

Materi ini diingatkan oleh materi Diah tentang pentingnya sikap Ihsan.

Apa itu sikap Ihsan? Inilah dia penjelasannya. Apa yang dimaksud dengan Ihsan adalah…..

“Engkau mengabdi kepada Allah seperti engkau melihat-Nya.
Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Bukhari).

Ketika kita memaknai Ihsan dengan lebih dalam, kita bisa mengetahui bahwa saat kita bersikap Ihsan, kita memutuskan bahwa pengawas segala perbuatan kita secara langsung adalah Allah.

Ketika kita menyadari secara penuh bahwa hidup kita diawasi, bisakah kita bersantai – santai dan melakukan hal yang sia – sia? Jika bos atau supervisor kita yang memantau diri kita selama 24 jam, mungkin kita akan mulai berhati – hati saat melakukan pekerjaan yang kita lakukan. Sekarang, bagaimana jika sadar bahwa yang mengawasi secara langsung adalah Allah SWT?

Tentu, kita akan berupaya untuk bisa memberikan kemampuan yang terbaik dari diri kita, meskipun kadang rasa malas dan bosan seringkali menghampiri, jadi kita harus memiliki pendirian yang kokoh agar dapat menjaninya.

Bila diawasi oleh bos aja kita berupaya untuk memberikan yang terbaik, bagaimana bila yang mengawasi langsung adalah Allah SWT?

Semoga, ini bisa menjadi renungan untuk kita untuk menjadi pribadi yang lebih profesional.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *